Mengatasi Kebisingan di Sekitar/Dalam Kepala Saya

Sebelum membuat tulisan ini, cukup lama waktu yang saya habiskan menatap layar laptop saya. Berpikir, harus memulai tulisan ini dari mana. Intinya, saya hanya ingin mengungkapkan bahwa saya berada di titik lain dalam hidup saya. Titik yang mungkin berlawanan dengan titik-titik yang sebelumnya pernah saya alami. Saya sedikit terjatuh dan kehabisan energi. Kali ini, jujur saja, cukup parah. My own face tells everything (wish u could see it! :p). Beruntungnya, semua ini terjadi di akhir pekan sehingga saya bisa memanfaatkan waktu yang ada ini untuk mengais-ngais kembali sisa-sia energi saya yang sudah hampir menjadi puing-puing ini.

 

Alhamdulillah, ketika saya membuat tulisan ini, energi itu hampir kembali. Jika ditanya apa obatnya, maka jawaban singkat saya adalah: doa, sedikit waktu istirahat, sedikit tontonan menghibur namun tetap ‘berisi’, dan sedikit energi positif dari teman-teman di sekitar.

 

Yang terjadi pada diri saya sebenarnya adalah begini: Kemampuan saya mengatasi kebisingan di sekitar saya melemah dan pengaruhnya adalah kebisingan itu menjalar ke dalam kepala saya. Saat kebisingan itu semakin menjadi, saya menjadi kehilangan harapan dan energi untuk melanjutkan. Saya ingin berhenti.

 

Sesungguhnya, kebisingan itu selalu ada (it happens with all of us). Saya hidup dengan kebisingan itu. Kebisingan itulah yang membuat hidup saya hidup. Tetapi mungkin akan ada suatu titik ketika kebisingan itu menjadi tidak tertahankan. Dan itulah yang berbahaya. Di saat seperti itulah kita perlu sedikit menjauhkan diri sejenak. Menghindar dari kebisingan-kebisingan yang lain. And yeah, time will heal. Time will do.

 

Jadi, saya tidak akan berpanjang-panjang. Hanya akan menuliskan beberapa poin pelajaran yang saya ambil dari penyebab sakitnya hati dan kepala saya akibat ‘kebisingan yang tidak tertahankan’ itu:

1. Perjalanan menuju kedewasaan itu berkesinambungan.

2. Salah satu rasa dalam hidup adalah rasa sakit.

3. Akan selalu ada alasan untuk orang-orang di sekitar kita untuk tidak menyukai kita.

4. Kita tidak bisa berhenti karena orang lain. Kita-lah yang menentukan akan menjadi seperti apa kita.

5. Setiap konsekuensi dari pilihan yang kita ambil harus sepenuhnya dipahami. Ketika yakin dengan pilihan kita, maka pilihan itu harus dijalankan.

6. Perjalanan hidup salah satunya adalah perjalanan meluruskan niat.

7. Libatkan Alloh selalu. Selalu.

 

Time will answer.

Awal Tahun dan Warna-warninya…

Dalam tanggalan masehi, 1 Januari adalah hari pertama di sebuah tahun. Hampir setiap orang merayakan hari itu (entah apa yang dirayakan). Hari ini adalah hari ke-7 di bulan Januari, di tahun yang baru: 2011. Setiap orang membuat resolusi (What the hell it means, anyway! I prefer ‘targets’ or ‘plans we want to achieve’, or ‘achievement target’). And I don’t have any of it. Hehehe…  Entahlah, saya sangat bersemangat. Luar biasa bersemangat. Sangat bahagia dan penuh excitement. Namun, secara tertulis, saya belum membuat target apapun. Tentu saja beberapa hal sudah ada di kepala saya, hanya saja belum sempat menuliskannya di media.

 

Saya bukan ingin menuliskan target-target saya secara terperinci di catatan kali ini. Saya hanya ingin berbagi (seperti biasa) tentang hal-hal luar biasa yang sudah terjadi di awal tahun ini.

 

Bagi saya pribadi, ada sebuah revolusi baru (revolusi, bukan resolusi) dalam diri saya. Sesuatu yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh diri saya sendiri. Ada beberapa gebrakan, dan mungkin berkaitan dengan semangat luar biasa yang saya sebutkan di awal. Ada kemantapan-kemantapan dan keyakinan-keyakinan yang muncul berkaitan dengan aktualisasi diri dan pilihan karir. Tidak bisa disebut kemantapan yang stabil sebenarnya (kemantapan yang tidak stabil?? haah?). Hehehe, maksud saya… kemantapan atas ketidakmantapan (wah wah wah). Tapi ini adalah sebuah proses yang sangat berharga buat saya. Saya pada akhirnya mengalami saat-saat membingungkan dalam menentukan pilihan, saat-saat galau untuk menentukan tindakan, ketidakpuasan (pada diri saya dan sekitar saya), tetapi hal-hal ini mendorong saya untuk berani dan bersinar (setidaknya begitulah menurut saya), dan dalam hal ini saya berhasil. Jadi, ini adalah proses pendewasaan yang sangat penting buat saya. Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan karir/aktualisasi diri (khawatir ada yang menerjemahkannya dengan berbeda).

 

Jika bicara lebih gamblang, beberapa hari telah berlalu di awal semester ini. Saya kembali bertemu siswa dan rekan-rekan saya. Kembali harus melaksanakan kewajiban saya. Kembali pada realita di bidang pekerjaan yang saya geluti. Kembali menemui kemelut, pilihan-pilihan, yang tentu saja sangat saya nikmati. Mungkin tidak semua orang bisa menghargai hal-hal ini seperti saya. Tetapi, tidak tahu mengapa, aktivitas di tempat kerja beberapa hari ini sangat dinamis. Sangat menyenangkan. Sangat (istilah yang sering saya gunakan) exciting! Saya hanya berharap, dalam proses ini saya akan diingatkan jika saja saya bertindak terlalu jauh, atau terlampau ikut campur pada hal-hal yang memang bukan menjadi ranah saya. Tapi saya ingin meyakinkan bahwa hal-hal yang saya lakukan ini sungguh adalah sebuah proses belajar yang (sekali lagi ya…) penting buat saya. Jadi, saya sebenarnya sangat mengharapkan bimbingan dan masukan.

 

Okay, itu curhat tentang karir-nya. Kita beralih ke topik lain… Bagaimana dengan aspek lainnya dalam kehidupan? Mengingat bahwa usia saya 23 tahun dan topik-topik seputar pernikahan dan pasangan hidup adalah topik yang sangat sering diangkat pada usia twenty something seperti ini. Hahaha…. :p

 

Baiklah, baiklah, seperti yang saya buat dalam notes terdahulu, beberapa waktu yang lalu saya sempat kehilangan kunci. Dan intinya, saya sedang sangat berhati-hati saat ini. Tidak ingin membiarkan seseorang terlalu mudah masuk ke dalam hati saya, menempatinya, lalu menguncinya lagi, dan membuang kuncinya ke laut (atau saya yang membuangnya ya??). Intinya karena kunci itu hilang saya sulit mengusir orang itu ke luar dari dalam tempat yang tidak seharusnya itu. Sungguh tidak menyenangkan sebenarnya membiarkan seseorang yang tidak tepat/tidak pantas menempati hati kita. SUNGGUH SANGAT TIDAK MENYENANGKAN SEKALI(saya tekankan sekali lagi)!! Dan lebih menyenangkan ketika hati kita (saya) tidak berpenghuni.

 

Saya selalu menghargai pernikahan. Entah karena paradigma yang sudah tertanam begitu saja atau karena saya memiliki role model yang sangat baik sepanjang hidup saya (orangtua saya yang luar biasa). Tetapi, belakangan banyak hal-hal baru bermunculan dan saya butuh waktu untuk berpikir. Bukan berarti pandangan saya tentang pernikahan sudah berubah. Hanya saja, hal-hal baru ini memang menjadi referensi yang sangat beragam untuk bahan pembelajaran saya. Saya berharap tidak lagi melakukan kesalahan. Bisa memberikan hati pada orang yang tepat.

 

Saat ini saya hanya ingin menikmati masa-masa aktualisasi diri saya. Berkarya, menulis, mendidik siswa-siswa saya, bertukar pikiran dengan para sahabat, mendengarkan pengalaman orang-orang besar, berinovasi, mencoba, menikmati kebersamaan dengan orangtua dan adik-adik saya, menjadi orang yang bersinar (saya sangat menyukai kata ini belakangan ini: bersinar, shine).

 

Single itu sangat menyenangkan….

 

Tapi, bagi yang sudah ‘double’, selamat berbahagia…  Hahahaha….

 

Terakhir, sebenarnya saya sungguh-sungguh ingin menghapus account facebook saya. Alasannya: saya merasa agak tidak sehat dalam menggunakan situs jejaring sosial ini. Saya merasa terganggu dan terobsesi akan sesuatu. Tapi, setelah saya pikir… sepertinya sayang sekali kalau harus mengorbankan sesuatu hanya karena hal-hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara lain. Sejauh ini, saya berhasil menemukan alternatif baru dan dengan demikian, mengubah keputusan saya untuk menghapus account saya. :p (ababil syndromme)

 

Oke, selamat berbahagia semuanya… Selamat membuat target dan menikmati aktivitas di tahun yang baru…

 

Yang Tertanggung dan Tidak Tertanggung

Manusia terlalu sering mengeluh. Terlalu sering berandai-andai. Padahal apa yang salah dengan ketidaksempurnaan? Manusia juga harus melakukan kesalahan, agar mereka tahu maknanya, agar mereka tidak mengulanginya lagi. Bukan, bukan kesalahan itu. Yang merugi adalah orang-orang yang tidak bisa melihat hikmah dari kesalahan itu, tidak bisa belajar dari kejadian yang sudah dilewati. Mereka merugi karena berharap bisa memutar waktu dan mengubah apa yang sudah terjadi. Merugi karena pemikiran seperti itu hanyalah sebuah kesia-siaan. Siapa yang bisa memutar waktu? Justru Tuhan menciptakan waktu tidak bisa diputar ke belakang agar manusia dapat terus melihat ke depan. Berkaca dari masa lampau, dan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tapi sebagian manusia sepertinya gagal memaknai kejadian. Mereka gagal, terpuruk, dan tidak dapat belajar. Lebih buruk lagi, mereka mengulangi kesalahan yang sama. Padahal mereka sudah diberi kesempatan untuk belajar, tapi tidak memanfaatkannya. Kasihan sekali sebagian manusia ini… Saya… tidak tahu, termasuk jenis manusia yang manakah diri saya. Mungkin… karena saya belum hidup terlalu lama saya belum bisa memastikan masuk ‘golongan’ yang manakah saya. Mungkin… 20 tahun dari sekarang, saya baru bisa membuat kesimpulan, mungkin… Atau… jangan-jangan sebenarnya saya sudah tahu, tapi saya tidak mau mengatakannya… terutama kepada Anda…. Becanda dikit ya….😛

zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..........

If You Don’t Mind…

Sedang ingin bercerita…

Tentang sebuah hari yang sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Hari ketika perubahan besar terjadi. Perubahan yang tidak semua orang mengetahuinya

Saya datang ke kantor, bertemu rekan-rekan saya, bertemu murid-murid saya, mengerjakan apa yang menjadi tugas saya. Berjalan kesana dan kemari. Terkadang berlari. Mungkin pemandangan yang biasa bagi mereka.

Saya merasa sibuk hari ini, dan saya bersyukur. Saya memang ingin menyibukkan diri. Saya tidak ingin ada jeda waktu. Saya tidak ingin ada kesempatan bagi saya untuk berpikir. Saya lelah dengan pemikiran saya. Saya lelah dengan kenyataan. Saya lelah menghadapi kenyataan sulit yang juga saya persulit. Saya lelah. Sebab semua pilihan terasa salah. Sebab tidak ada yang benar. Dan saya harus melangkah.

Hari ini saya berbicara dengan murid-murid saya. Seperti biasa, pengalaman yang selalu menyenangkan-berbicara dengan mereka. Mungkin merekalah salah satu dari hal-hal yang benar itu. Yang tidak akan pernah salah… Mereka yang membutuhkan saya dan menghargai keberadaan saya. Yang penuh kemurnian, apapun keonaran yang mereka perbuat.

Hari ini sungguh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Tapi tidak ada yang tahu perbedaan tersebut, kecuali saya, dan… sedikit orang tentunya.

Ketika berbicara tentang cinta, siapa yang harus disalahkan? Pertemuan? Interaksi? Kebersamaan? Saya sungguh lelah…

Hari Ini Cerah

Hari ini cerah.

dan aku hanya bicara tentang cuaca.

bukan yang lain.

hari ini cerah.

Renungan Rembulan

Malam ini, terang terkoyak

Malam ini, rembulan temaram

Rembulan merenung di peraduannya.

Rembulan tidak berkawan,

Sebab bintang tak singgah,

Malam ini

Ada hati yang mengaduh,

Malam ini

Sebab ia terkoyak seperti terangnya malam,

Sebab ia bilang tak sanggup bertahan

Karena, bintang tak singgah

Malam ini,

Hati ini menatap,

Bukan mengeluh dan merintih,

Tapi menatap,

sebab ia telah kaku, tak mampu merasa

dan ini bukan hanya tentang kerinduan,

tapi rasa sakit dan tanda tanya besar

ia bukan ingin mengaku menderita,

tapi hanya merasa cobaan ini berat juga

untuk dijalani

dan Kesepiannya malam ini,

juga kesepian rembulan

masih menaungi

hingga Detak jam berdera-dera di penghujung ruang.

why oh why

Somewhere in my heart,I wish we didn’t meet…

but somehow, my life seems more beautiful...

when i'm with u...

Defining Loneliness

Apa yang dimaksud dengan merasa sepi?

Apakah ketika Anda sadar bahwa tidak ada orang yang memikirkan Anda ketika Anda sedang merasa khawatir dengan semua orang?

Apakah ketika Anda ingin melakukan banyak hal tetapi pikiran Anda memaksa Anda untuk berhenti dan memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya Anda pikirkan?

Apakah ketika Anda merasa merindukan sesuatu yang Anda sendiri tidak tahu bagaimana tepatnya bentuk hal yang dirindukan itu?

Apakah ketika Anda merasa punya banyak hal untuk diungkapkan tetapi tidak bisa menemukan orang/media yang tepat untuk menumpahkannya?

Apakah ketika Anda kehabisan energi setelah semalaman berpikir tentang hal-hal yang tidak akan sanggup Anda jangkau dengan pikiran Anda?

Apakah ketika Anda tahu dengan jelas tentang apa yang benar-benar Anda inginkan dan bahwa Anda tidak akan pernah bisa mendapatkannya?

Apakah ketika Anda terjaga dengan pikiran kosong dan mata menerawang lalu kemudian perlahan-lahan Anda tertidur dengan suara-suara masih bergaung dalam otak Anda?

Apakah ketika Anda berusaha keras meyakinkan diri Anda untuk tidak menangis sementara Anda sadar ada banyak hal yang sebenarnya ingin Anda ditangisi?

Apakah ketika Anda sadar Anda harus tetap bersyukur dan menjalani kehidupan Anda tetapi Anda tahu bahwa ada sesuatu yang (memang) hilang?

…………….

Meilinda Rosa Dhaniar, July 2010

P. S : Don’t worry, my life is not that horrible…. Only sometimes, like everyone does…

Membahas Hal Yang Paling Basi Untuk Dibahas

Apalagi kalau bukan kata yang satu itu. Yang katanya adalah kata yang paling sulit untuk didefinisikan (bleehh). Paling sulit untuk dipahami dan dijelaskan (cuih). Dan sebenarnya pembahasan yang cukup saya benci, dalam arti kata saya benci mendengar begitu banyak orang bersikap-sikap seolah-olah pembahasan tentang ‘hal ini’ penting sekali.

Nah, kenapa topik ini tiba-tiba muncul di blog saya?

Entah. Pengen saja.

Mungkin karena saya tau murid-murid perempuan saya sedang senang-senangnya membahas tentang ‘ini’. Mungkin karena saya ingin menunjukkan betapa sarkastik dan sinisnya saya saat ini memandang ‘hal itu’. Mungkin karena ada hal-hal baru yang saya pelajari yang mengubah pandangan-pandangan saya tentang ‘hal ini’.

See who’s talking… The one who previously said that this so-called explanation was unnecessary… The one who didn’t even point out what was exactly the word that she has been hiding.

Well, here is the thing. Love (see? I use the word!) is so cruel.

Damn it!!

(take a deep breath)

(exhale)

(inhale)

leo_claire

Hi, Romeo... Hi, Juliet... Why the hell u killed yourself for each other?

Well, itu curhatannya, dan sekarang saatnya untuk memberikan insight pada topik kita hari ini. Million times ago, when I first fell in love, the only thing that came to my mind was: what should I do to make him love me back and what should I do to make this ‘happen’?

And then… million years has passed…

Here I stand…

Judulnya adalah : Agak Mengerikan (ini judulnya loohh).

Ada hal-hal, bahkan banyak hal yang memang tidak akan memiliki bentuk yang sempurna. Kalau kita berharap hidup akan berjalan seperti telenovela dan melodrama yang diawali dengan perkenalan, klimaks, dan antiklimaks yang sangat cantik, maka hal itu adalah hal yang sia-sia. Saya pikir tidak akan ada sesuatu yang bentuknya utuh dalam hidup. Ada hal-hal yang akan terus mengambang atau menganga, dan tanpa penyelesaian. Ada hal yang akan terus kita nanti-nanti tanpa kunjung datang. Ada yang kita terus pertanyakan tanpa ada penyelesaian dan jawaban. Ada yang terberi begitu saja tanpa kita harapkan.

Saya harus berkali-kali menghela napas panjang menuliskan postingan ini.

Menyadari bahwa akhir-akhir ini hidup saya semakin penuh dengan coretan dan warna (and I’m grateful for that, REALLY), tetapi di sisi lain saya juga harus menerima kenyataan bahwa bagian-bagian yang saya sebutkan di atas juga akan semakin banyak bermunculan. Menganga, tidak utuh, tanpa penyelesaian.

And I’m grateful for that.

Another Source of Inspiration…

Jika Anda menengok postingan terakhir saya sebelum ini dan memperhatikan tanggal penulisannya, maka Anda akan menemukan bahwa postingan tersebut dibuat pada tanggal 8 Februari 2010. Sekedar informasi saja, pada malam tersebut, sambil mengetik tulisan tersebut saya juga sebenarnya sedang mempersiapkan lamaran kerja yang saya kirimkan keesokan harinya.

 

Hari ini, adalah 2 bulan 20 hari setelah saya mengirimkan lamaran tersebut dan disinilah saya berada. Di dunia yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan secara detail. Saya sendiri masih terkagum-kagum dengan kenyataan bahwa saat ini saya sangat mencintai pekerjaan dan dunia baru saya dan betapa bahwa perlahan tetapi pasti saya semakin terbawa dan hanyut dalam dunia yang memang cukup baru ini.

 

Jika dirangkum mungkin sepeti ini:

  1. Finally, I am jobless no more…
  2. I have one new family
  3. I have many new children
  4. I have new love
  5. I’ve become important
  6. I have another inspirational source
  7. I enjoy this sooo much….

 

Intinya saya hanya ingin berbagi berita bahagia setelah sekian lama blog ini tidak lagi terjamah akibat kesibukan baru saya.

Walaupun, as you may know, tidak ada kebahagiaan yang sempurna, dan itulah intinya hidup kan. Cliché, isn’t it?🙂

family

new_family