Renungan Rembulan

Malam ini, terang terkoyak

Malam ini, rembulan temaram

Rembulan merenung di peraduannya.

Rembulan tidak berkawan,

Sebab bintang tak singgah,

Malam ini

Ada hati yang mengaduh,

Malam ini

Sebab ia terkoyak seperti terangnya malam,

Sebab ia bilang tak sanggup bertahan

Karena, bintang tak singgah

Malam ini,

Hati ini menatap,

Bukan mengeluh dan merintih,

Tapi menatap,

sebab ia telah kaku, tak mampu merasa

dan ini bukan hanya tentang kerinduan,

tapi rasa sakit dan tanda tanya besar

ia bukan ingin mengaku menderita,

tapi hanya merasa cobaan ini berat juga

untuk dijalani

dan Kesepiannya malam ini,

juga kesepian rembulan

masih menaungi

hingga Detak jam berdera-dera di penghujung ruang.

Advertisements

About elinmeilinda

Born in Bandar Lampung, love my family very much. A thinker. Love to write...

Posted on July 21, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: