Monthly Archives: January 2011

Awal Tahun dan Warna-warninya…

Dalam tanggalan masehi, 1 Januari adalah hari pertama di sebuah tahun. Hampir setiap orang merayakan hari itu (entah apa yang dirayakan). Hari ini adalah hari ke-7 di bulan Januari, di tahun yang baru: 2011. Setiap orang membuat resolusi (What the hell it means, anyway! I prefer ‘targets’ or ‘plans we want to achieve’, or ‘achievement target’). And I don’t have any of it. Hehehe…  Entahlah, saya sangat bersemangat. Luar biasa bersemangat. Sangat bahagia dan penuh excitement. Namun, secara tertulis, saya belum membuat target apapun. Tentu saja beberapa hal sudah ada di kepala saya, hanya saja belum sempat menuliskannya di media.

 

Saya bukan ingin menuliskan target-target saya secara terperinci di catatan kali ini. Saya hanya ingin berbagi (seperti biasa) tentang hal-hal luar biasa yang sudah terjadi di awal tahun ini.

 

Bagi saya pribadi, ada sebuah revolusi baru (revolusi, bukan resolusi) dalam diri saya. Sesuatu yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh diri saya sendiri. Ada beberapa gebrakan, dan mungkin berkaitan dengan semangat luar biasa yang saya sebutkan di awal. Ada kemantapan-kemantapan dan keyakinan-keyakinan yang muncul berkaitan dengan aktualisasi diri dan pilihan karir. Tidak bisa disebut kemantapan yang stabil sebenarnya (kemantapan yang tidak stabil?? haah?). Hehehe, maksud saya… kemantapan atas ketidakmantapan (wah wah wah). Tapi ini adalah sebuah proses yang sangat berharga buat saya. Saya pada akhirnya mengalami saat-saat membingungkan dalam menentukan pilihan, saat-saat galau untuk menentukan tindakan, ketidakpuasan (pada diri saya dan sekitar saya), tetapi hal-hal ini mendorong saya untuk berani dan bersinar (setidaknya begitulah menurut saya), dan dalam hal ini saya berhasil. Jadi, ini adalah proses pendewasaan yang sangat penting buat saya. Sekali lagi, hal ini berkaitan dengan karir/aktualisasi diri (khawatir ada yang menerjemahkannya dengan berbeda).

 

Jika bicara lebih gamblang, beberapa hari telah berlalu di awal semester ini. Saya kembali bertemu siswa dan rekan-rekan saya. Kembali harus melaksanakan kewajiban saya. Kembali pada realita di bidang pekerjaan yang saya geluti. Kembali menemui kemelut, pilihan-pilihan, yang tentu saja sangat saya nikmati. Mungkin tidak semua orang bisa menghargai hal-hal ini seperti saya. Tetapi, tidak tahu mengapa, aktivitas di tempat kerja beberapa hari ini sangat dinamis. Sangat menyenangkan. Sangat (istilah yang sering saya gunakan) exciting! Saya hanya berharap, dalam proses ini saya akan diingatkan jika saja saya bertindak terlalu jauh, atau terlampau ikut campur pada hal-hal yang memang bukan menjadi ranah saya. Tapi saya ingin meyakinkan bahwa hal-hal yang saya lakukan ini sungguh adalah sebuah proses belajar yang (sekali lagi ya…) penting buat saya. Jadi, saya sebenarnya sangat mengharapkan bimbingan dan masukan.

 

Okay, itu curhat tentang karir-nya. Kita beralih ke topik lain… Bagaimana dengan aspek lainnya dalam kehidupan? Mengingat bahwa usia saya 23 tahun dan topik-topik seputar pernikahan dan pasangan hidup adalah topik yang sangat sering diangkat pada usia twenty something seperti ini. Hahaha…. :p

 

Baiklah, baiklah, seperti yang saya buat dalam notes terdahulu, beberapa waktu yang lalu saya sempat kehilangan kunci. Dan intinya, saya sedang sangat berhati-hati saat ini. Tidak ingin membiarkan seseorang terlalu mudah masuk ke dalam hati saya, menempatinya, lalu menguncinya lagi, dan membuang kuncinya ke laut (atau saya yang membuangnya ya??). Intinya karena kunci itu hilang saya sulit mengusir orang itu ke luar dari dalam tempat yang tidak seharusnya itu. Sungguh tidak menyenangkan sebenarnya membiarkan seseorang yang tidak tepat/tidak pantas menempati hati kita. SUNGGUH SANGAT TIDAK MENYENANGKAN SEKALI(saya tekankan sekali lagi)!! Dan lebih menyenangkan ketika hati kita (saya) tidak berpenghuni.

 

Saya selalu menghargai pernikahan. Entah karena paradigma yang sudah tertanam begitu saja atau karena saya memiliki role model yang sangat baik sepanjang hidup saya (orangtua saya yang luar biasa). Tetapi, belakangan banyak hal-hal baru bermunculan dan saya butuh waktu untuk berpikir. Bukan berarti pandangan saya tentang pernikahan sudah berubah. Hanya saja, hal-hal baru ini memang menjadi referensi yang sangat beragam untuk bahan pembelajaran saya. Saya berharap tidak lagi melakukan kesalahan. Bisa memberikan hati pada orang yang tepat.

 

Saat ini saya hanya ingin menikmati masa-masa aktualisasi diri saya. Berkarya, menulis, mendidik siswa-siswa saya, bertukar pikiran dengan para sahabat, mendengarkan pengalaman orang-orang besar, berinovasi, mencoba, menikmati kebersamaan dengan orangtua dan adik-adik saya, menjadi orang yang bersinar (saya sangat menyukai kata ini belakangan ini: bersinar, shine).

 

Single itu sangat menyenangkan….

 

Tapi, bagi yang sudah ‘double’, selamat berbahagia…  Hahahaha….

 

Terakhir, sebenarnya saya sungguh-sungguh ingin menghapus account facebook saya. Alasannya: saya merasa agak tidak sehat dalam menggunakan situs jejaring sosial ini. Saya merasa terganggu dan terobsesi akan sesuatu. Tapi, setelah saya pikir… sepertinya sayang sekali kalau harus mengorbankan sesuatu hanya karena hal-hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara lain. Sejauh ini, saya berhasil menemukan alternatif baru dan dengan demikian, mengubah keputusan saya untuk menghapus account saya. :p (ababil syndromme)

 

Oke, selamat berbahagia semuanya… Selamat membuat target dan menikmati aktivitas di tahun yang baru…