Monthly Archives: April 2011

Mengatasi Kebisingan di Sekitar/Dalam Kepala Saya

Sebelum membuat tulisan ini, cukup lama waktu yang saya habiskan menatap layar laptop saya. Berpikir, harus memulai tulisan ini dari mana. Intinya, saya hanya ingin mengungkapkan bahwa saya berada di titik lain dalam hidup saya. Titik yang mungkin berlawanan dengan titik-titik yang sebelumnya pernah saya alami. Saya sedikit terjatuh dan kehabisan energi. Kali ini, jujur saja, cukup parah. My own face tells everything (wish u could see it! :p). Beruntungnya, semua ini terjadi di akhir pekan sehingga saya bisa memanfaatkan waktu yang ada ini untuk mengais-ngais kembali sisa-sia energi saya yang sudah hampir menjadi puing-puing ini.

 

Alhamdulillah, ketika saya membuat tulisan ini, energi itu hampir kembali. Jika ditanya apa obatnya, maka jawaban singkat saya adalah: doa, sedikit waktu istirahat, sedikit tontonan menghibur namun tetap ‘berisi’, dan sedikit energi positif dari teman-teman di sekitar.

 

Yang terjadi pada diri saya sebenarnya adalah begini: Kemampuan saya mengatasi kebisingan di sekitar saya melemah dan pengaruhnya adalah kebisingan itu menjalar ke dalam kepala saya. Saat kebisingan itu semakin menjadi, saya menjadi kehilangan harapan dan energi untuk melanjutkan. Saya ingin berhenti.

 

Sesungguhnya, kebisingan itu selalu ada (it happens with all of us). Saya hidup dengan kebisingan itu. Kebisingan itulah yang membuat hidup saya hidup. Tetapi mungkin akan ada suatu titik ketika kebisingan itu menjadi tidak tertahankan. Dan itulah yang berbahaya. Di saat seperti itulah kita perlu sedikit menjauhkan diri sejenak. Menghindar dari kebisingan-kebisingan yang lain. And yeah, time will heal. Time will do.

 

Jadi, saya tidak akan berpanjang-panjang. Hanya akan menuliskan beberapa poin pelajaran yang saya ambil dari penyebab sakitnya hati dan kepala saya akibat ‘kebisingan yang tidak tertahankan’ itu:

1. Perjalanan menuju kedewasaan itu berkesinambungan.

2. Salah satu rasa dalam hidup adalah rasa sakit.

3. Akan selalu ada alasan untuk orang-orang di sekitar kita untuk tidak menyukai kita.

4. Kita tidak bisa berhenti karena orang lain. Kita-lah yang menentukan akan menjadi seperti apa kita.

5. Setiap konsekuensi dari pilihan yang kita ambil harus sepenuhnya dipahami. Ketika yakin dengan pilihan kita, maka pilihan itu harus dijalankan.

6. Perjalanan hidup salah satunya adalah perjalanan meluruskan niat.

7. Libatkan Alloh selalu. Selalu.

 

Time will answer.