Category Archives: my story

Another Source of Inspiration…

Jika Anda menengok postingan terakhir saya sebelum ini dan memperhatikan tanggal penulisannya, maka Anda akan menemukan bahwa postingan tersebut dibuat pada tanggal 8 Februari 2010. Sekedar informasi saja, pada malam tersebut, sambil mengetik tulisan tersebut saya juga sebenarnya sedang mempersiapkan lamaran kerja yang saya kirimkan keesokan harinya.

 

Hari ini, adalah 2 bulan 20 hari setelah saya mengirimkan lamaran tersebut dan disinilah saya berada. Di dunia yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan secara detail. Saya sendiri masih terkagum-kagum dengan kenyataan bahwa saat ini saya sangat mencintai pekerjaan dan dunia baru saya dan betapa bahwa perlahan tetapi pasti saya semakin terbawa dan hanyut dalam dunia yang memang cukup baru ini.

 

Jika dirangkum mungkin sepeti ini:

  1. Finally, I am jobless no more…
  2. I have one new family
  3. I have many new children
  4. I have new love
  5. I’ve become important
  6. I have another inspirational source
  7. I enjoy this sooo much….

 

Intinya saya hanya ingin berbagi berita bahagia setelah sekian lama blog ini tidak lagi terjamah akibat kesibukan baru saya.

Walaupun, as you may know, tidak ada kebahagiaan yang sempurna, dan itulah intinya hidup kan. Cliché, isn’t it? 🙂

family

new_family

Advertisements

Matahari, Sore, dan Kehilangan.

Sore ini, ketika saya melangkah keluar dari pintu belakang rumah untuk mencuci piring, cuaca sangat indah. Saya sebenarnya sangat lelah (secara batiniah). Energi saya terkuras habis, dan saya tidak tahu emosi apa yang saya rasakan. Yang saya tahu adalah saya lelah. Matahari bersinar sedikit menyilaukan, tapi tidak menyakitkan. Persis seperti cuaca-cuaca sore yang saya sukai di ingatan masa kecil saya. Cuaca yang sangat inspiratif. Tiba-tiba saja saya merasa lebih tenang. Sambil mencuci piring, saya tak henti memikirkan kejadian hari ini dan saat itu juga saya memutuskan untuk membuat satu postingan lagi malam ini.

***

sun

15 Januari 2010

Foto yang saya sisipkan di atas bukan foto matahari sore ini (8 Februari 2010), tetapi matahari pada tanggal 15 Januari 2010. Ada yang ingat apa yang terjadi di tanggal itu?

Gerhana matahari yang bisa dilihat di wilayah timur Indonesia, pada pukul 15.30.

Ayah saya bilang gerhana tersebut juga bisa dilihat dari sini. Karena penasaran, saya pun mengambil gambar matahari sore itu (pukul 15.00). Cuaca sore pada hari itu juga sebenarnya sangat aneh. Cuaca tidak mendung, tidak ada awan, dan matahari sebenarnya bersinar, tetapi langit redup. Apapun itu, menurut saya matahari ketika itu sangat indah dan berbeda, jadi saya cantumkan saja gambarnya di sini.

Anyway, that was intermezzo. The thing is… today i learn something about losing something.

Jadi, pagi ini… sekitar pukul 10.oo, saya mencari handphone saya di seluruh penjuru rumah. Satu-satunya hal yang saya ingat adalah pukul 16.00 sehari sebelumnya, adalah kali terakhir saya memegang handphone tersebut untuk melihat-lihat foto dan video. Saya meletakkanya di kamar adik bungsu saya. Lalu baru terpikir untuk mengambilnya keesokan harinya (hari ini) pada pukul sepuluh pagi. Tapi ternyata saya tidak menemukannya dimana-mana.

Saya tidak panik. Saya tahu saya lemah dalam mencari, jadi saya putuskan untuk mencari pelan-pelan dengan pemikiran bahwa saya pasti akan menemukan handphone saya. Tetapi setelah berjam-jam mencari dan membongkar seisi rumah, saya mulai gusar juga. Apalagi faktanya kemarin arisan keluarga baru diadakan di rumah yang berarti memperbesar kemungkinan bahwa di tengah suasana yang ramai, seseorang yang tidak bertanggung jawab telah memanfaatkan kesempatan untuk mengambil keuntungan. Saya tidak bisa percaya itu. Dan lebih penting lagi, sesuatu dalam diri saya mengatakan bahwa handphone itu ada di rumah ini, tidak dicuri.

Lalu satu demi satu orang-orang di rumah bermunculan, ikut mencari, panik, menggeram, berpikir keras, berusaha menenangkan saya, berspekulasi, mencurigai, tapi tetap tidak berhasil menemukan barang yang dicari. Di tengah-tengah kegusaran, emosi yang lebih dalam muncul: ternyata saya merasa sedih dan kehilangan.

Handphone itu sudah menemani saya selama satu tahun. Bukan waktu yang lama dibandingkan handphone terdahulu yang telah menemani saya selama enam tahun. Tetapi handphone ini sudah menemani saya di banyak saat-saat penting, dan yang lebih penting lagi, handphone ini adalah pemberian Pakde saya. Saya kemudian tersadar betapa dalam beberapa waktu terakhir saya seringkali tidak menaruh perhatian pada handphone itu. Memang hal ini juga didukung karena saat ini saya sedang tidak terlalu sering berhubungan dengan teman-teman saya. Saya jarang menggunakan handphone terkecuali untuk menerima telepon dan membalas sms. Sedangkan untuk memulai percakapan duluan jarang saya lakukan kecuali jika memang ada hal yang benar-benar penting. Tapi entah kenapa emosi ini sangat kuat. Emosi yang sesungguhnya tidak saya sangka-sangka. Saya seperti tersadar bahwa seringkali saya lupa mensyukuri apa yang sudah ada pada saya, dan tidak menyadari betapa pentingnya hal itu sebelum saya mengalami kehilangan (yeah, i know how cliche it was…).

Lalu, cuaca sore menghangatkan saya.

Emosi saya yang campur baur tercairkan. Masih penuh tanda tanya, tetapi setidaknya jiwa saya sedikit tenang. Saya pikir, sudahlah. Saya selalu percaya teori tentang rejeki. Sebaiknya saya akhiri saja segala pemikiran ini. Sudah saatnya saya kehilangan, mungkin. Saya putuskan untuk bersyukur karena masih mendapat teguran. Saya berusaha berkaca dan melihat ke dalam diri saya. Saya harus bisa belajar dari ini.

Lalu, di tengah-tengah semua  itu, datanglah sang pembawa berita:

“Lin, Kak Reri sms. Kata Caca, HP elin disembunyiin Agil di deket baju-baju di kamar nenek…”

You know what, I think this was one of the most hilarious day in my life…

True Love’s Kiss

I’ve been dreaming of a true love’s kiss…

and a prince I’m hoping comes with this…

that’s what brings ever-aftering so happy….

Have u seen Enchanted? It’s not just another fairy tale story…  It was a great movie… Does everyone agree? Well, saya tidak akan mereview Enchanted di sini. Kalau ingin melihat review-review film saya, silakan kunjungi blog saya yang satunya. Saya hanya ingin membagi pengalaman saya tentang salah satu lagu yang menjadi soundtrack film musikal ini, True Love’s Kiss, yang dibawakan oleh Amy Adams dan James Marsden dengan sangat cantik.

Lagu ini seharusnya menjadi lagu yang ceria. Tapi pertama kali saya mendengarnya, saya justru merasa sedih dan rapuh.

Percayakah Anda bahwa pengalaman menikmati karya seni memiliki dampak yang sangat berbeda bagi setiap orang? Walaupun karya seni tersebut terkesan akan memiliki dampak yang universal? Misalnya seperti lagu Enchanted yang ceria ini, seharusnya setiap orang yang mendengar lagu ini paling tidak akan tersenyum geli, tetapi nyatanya ada orang-orang tertentu yang menampilkan respon yang berbeda. Tentu Anda sudah bisa menebak apa yang kira-kira menyebabkan respon yang muncul tersebut berbeda. Pengalaman.

Pengalaman saya menyebabkan saya menikmati dan menghayati lagu ini dengan cara yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Don’t get me wrong. Tentu saja saya sangat menyukai lagu yang lucu ini. Lagu ini akan selalu mengingatkan saya pada performa Amy Adams yang sangat meyakinkan sebagai seorang stranded princess di sebuah negeri yang tidak ia kenal. Tapi di sisi lain, saya merasa lirik lagu ini mengingatkan saya pada hal-hal yang pernah saya miliki dulu (yang saat ini tentunya sudah tidak saya miliki lagi) dan betapa besar dan berharganya hal itu bagi saya.

Lagu ini juga seolah-olah memberikan sindiran bagi saya yang selama selang waktu yang cukup panjang berpikiran tidak terlalu membutuhkan seseorang dalam hubungan yang lebih spesial. Lagu ini seperti menertawakan saya, mengingatkan saya bahwa seperti apa pun hidup yang dijalani manusia, akan selalu melewati bagian-bagian klise, seperti disimbolkan oleh ‘true love’s kiss’ yang diidam-idamkan oleh para putri di negeri far-far-away-nya.

Saya seolah tersadar, betapa sepinya hidup saya selama ini, betapa bohongnya, dan betapa sayangnya… (…) Well, pengalaman ketika menghayati lagu True Love’s Kiss itu adalah salah satu pengalaman yang sangat pedih buat saya. Mungkin tidak terbayangkan bagi Anda, tapi seperti yang saya katakan tadi, it’s all about our personal experience.

Secara keseluruhan, tidak hanya lagu ini saja, tetapi film Enchanted ini sebenarnya benar-benar mengguncang saya.

Storybook endings, fairy tales coming true
Deep down inside we want to believe they still do
In our secretest heart, it’s our favourite part of the story
Let’s just admit we all want to make it too

Ever Ever After, by Carrie Underwood – OST. Enchanted

Have u seen the film? Go see it if u haven’t…

snowwhitekiss

Snow White Kiss

Nibras is getting older

Sure i haven’t been telling anything about my nephew, Nibras (because this is my first story). He is two years old now. But one thing that certain about him is… he is my sunshine. Everybody’s sunshine. We love him and every single thing that he says about cars, lizard, cocroach, plane, etc, etc… He can’t stop talking!

So the other day, Echy bought him a helicopter balloon. And it had to be a surprise which turned out not to be so because he just stepped out into our house when we just called the ‘balloon man’. He was very happy. Didn’t stop playing with his balloon, making a story about it, even kissing it with his wet lips! But unfortunately, yesterday the balloon flew away. Lucky for him, not too long after that, the balloon man just passed and her mother bought another balloon (a horse!) and i can tell you that he was even more excited when he got his new balloon. He danced and laughed watching her mom buying him his new one. The funniest thing was when he just realized that his horse can fly just like his helicopter. He thought that only his helicopter that can fly.

I just can’t stop laughing thinking about that.

Nibras with his helicopter

Nibras with his horse